Selasa, 01 Oktober 2013

Good Memories

Judul: Good Memories
Penulis: Lia Indra Andriana
Penyunting: NyiBlo
Desain Cover: Dedi Andrianto
Penerbit: Penerbit Haru
Hlm: 336
Tahun: September 2013
ISBN: 9786027742222
Harga: IDR49000
Rated: 3,5/5
Sinopsis:
Good Memories:   
"Tiga bulan lagi, di waktu dan tempat yang sama, aku akan mengevaluasi apakah kau layak diberi tambahan kupon pertemenan."

Saat banyak orang berharap bisa kuliah di luar negeri, Maya malah rela melakukan apa pun agar bisa meninggalkan Kwanghan University dan kembali bersama kekasihnya, Alva, di Indonesia. Sayangnya semua tidak semudah itu.

Seakan hidupnya sekarang belum cukup rumit, Maya harus menghadapi Luc, teman sekelasnya, seorang pria berkebangsaan Prancis yang terang-terangan menyatakan suka kepadanya.

Luc bahkan tidak keberatan hanya menjadi teman Maya setelah mendapatkan kupon Friendvitation buatan gadis itu.

Ketika kupon Friendvitation yang Maya berikan kepada Luc telah expired, akankah Maya memperpanjang masa berlaku kuponnya? ataukah Maya akhirnya akan kembali kepada Alva dan melupakan semua yang terjadi di Korea?

"Inikah cinta? Membuatmu rela melakukan tindakan bodoh yang tak masuk akal?

Maya terpaksa mengulang level 2 di kelas Bahasa Korea Kwangdae (Kwanghan University, fiktif, red.) karena tidak mengikuti Ujian Akhir gara-gara sakit flu. Di level 2 ia sekelas dengan Luc, mahasiswa asli Perancis. Bersama Luc, ia berusaha menciptakan kenangan bersama teman-teman sebelum ia pulang kembali ke Indonesia.

Good memories project ini digagas oleh adiknya, Rani, yang tak ingin kakaknya menyia-nyiakan waktu di Korea tanpa pertemanan. Berhubung Maya sadar dirinya tidak punya teman dan waktunya di Korea juga tinggal sebentar, maka setujulah dia dengan usul Rani.

Langkah pertama adalah merekam kenangan melalui kamera polaroid. Mulanya Maya memotret apapun yang menurutnya berkesan, misalnya saja kardus barang atau anting-anting. Lalu dengan sedih ia berpikir apabila memotret kenangan bersama teman akan lebih bagus. Maka dari itu, langkah keduanya adalah membuat Friendvitation Coupon atau kupon pertemanan.

Awalnya tidak ada yang berminat mendapatkan kupon Friendvitation milik Maya ketika Ahn sonsaengnim menawarkannya di kelas. Luc, akibat tak tega, yang akhirnya menerima kupon itu. Jadilah Luc dan Maya akan berteman, jika menurut expired date yang tertera di kupon, hanya selama... tiga bulan saja.

"It's a deal! Tiga bulan lagi di waktu dan tempat yang sama, aku akan mengevaluasi apakah kau layak diberi tambahan kupon pertemanan."

Luc menjabat tangan Maya. "Kalau kau sudah pulang ke Indonesia, kau harus terbang kembali ke Korea, oke? 18 Juli. Aku akan mengingatnya."

p.62-63


Tapi, bagaimana jika Luc ingin memperpanjang kupon itu? 
Bagaimana jika Luc ingin menjadi lebih dari sekedar teman?

I have a bittersweet feeling for Maya's character. Masih ada ya zaman sekarang cewek yang segitu cintanya sama pacar mau aja diperbudak. I don't blame Alva (Maya's boyfriend) but I blame Maya's stupidity for always makes excuses for Alva's behaviour. Masa iya sih Maya mau aja disuruh Alva beli ini itu buat temen ceweknya. Bilangnya sih titip, tapi menurutku sih diporotin. Please deh..

Tapi disisi lain, saya lumayan salut sama Maya. Karena meski dia sudah sadar kalau perilaku Alva itu brengsek, ia masih membela Alva mati-matian dan nggak pernah menjelekkan pacarnya di depan Luc. Yah, bedanya bodoh sama baik kadang tipis juga sih. Cuma, Maya itu setia banget lah. She's a keeper.

Sementara Luc sendiri.. hm, he's unique. Seribu satu deh. Masa iya ada cowok hetero yang suka make-up tapi tetep macho. Haha, ada. Dan saya sukanya disini Luc benar-benar suka sama Maya nggak pakai gengsi ataupun ego. Tipikal cowok drama korea banget lah, saya suka.




Kedua karakter utama kita, baik Maya dan Luc ditampilkan dalam porsi yang sama dan keduanya sama-sama kuat. Keduanya lovable. Bahkan Maya, melalui keputusan-keputusan bodohnya untuk menyenangkan Alva menurut saya tetap mudah disukai karena di sisi lain Maya itu sebenarnya pekerja keras dan setia setengah mati. Banyak pesan moral yang bisa kita petik dari karakter Maya. Salah satunya, never taking anything for granted. Always be faithful to your friends and beloved. Never give up and always takeS your chance on anything to lead a success life.

Nah, untuk Luc.. well Luc is very fun and sociable. Everybody loves Luc. But Luc only loves Maya. Haha. Kayaknya cukup deh deskripsi itu untuk menunjukkan betapa lovablenya karakter Luc. Selain karakterisasi, saya cukup puas dengan plot serta alur yang di bangun Lia Indra Andriana dalam novel terbarunya ini, Good Memories. Begitu mengalir dan menyenangkan. Saya selesaikan buku ini dalam sekali duduk saja lho. If you want to take a good memories, why not starts now?

Habis baca buku ini saya jadi pengen baca seri Hi! Kwangdae lainnya deh. Seri Hi! Kwangdae yang udah terbit lainnya, yaitu Close to You; Ojou!; dan 16s. Kira-kira ada yang mau ngasih saya buntelan novel-novel di atas nggak? Huhehe..


PS: Thanks mba Lia, it's a very heartwarming story XD

3 komentar:

  1. nunggu buntelan Hi! Kwangdae juga.. hehehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah pernah baca Hi! Kwangdae apa ajah mba?

      Hapus
  2. Baru sekali baca bukunya Lia ini, eh, semua unsur dorama Korea masuk. Jadi agakkk... gimana gitu hahaha... Apalagi dengan latar belakang Korea, pastinyaaa.... wkwkwkwk...

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...